Minggu, 18 Maret 2012

VISA JEPANG

Yeay finally urusan Visa gue kelaaaar!
Ternyata ga serusuh yang gue bayangkan. Tapi ya ga bisa dibilang gampang juga. Karna Jepang n Amerika tuh adalah negara yang susssaaah bgt buat dimasukin. Ga sembarang turis bisa masuk. Bokap gue yang udah bertahun-tahun di travel yang bikin semuanya jadi gampang, plus dokumen-dokumen dari si Aa yang komplit, membuat mengurus visa ini jadi berjalan dengan sangat lancaaar.

Ini cerita gue ^,^
Gue akan ke Jepang atas undangan dari Family (dalam hal ini adalah suami), so si Aa lah yang menyiapkan semua dokumen-dokumennya. Gue tinggal print doank. Makasih yaa sayang. Dokumen yang harus dipersiapkan oleh pengundang adalah :
1. Invitation Letter dalam 3 bahasa (English-Bahasa-NihonGo)
2. Surat yang membuktikan hubungan keluarga (Buku Nikah/KK)
3. Surat pernyataan dari pengundang, bahwa dia akan bertanggung jawab secara finansial selama gue disana (dibuktikan dengan slip gaji dan bukti pembayaran pajak) --> nah kalo kamu ga diundang siapa2, ga punya siapa2 di Jepang, harus membawa copy buku tabungan dengan saldo terakhir minimal 30juta Rupiah!!!
4. Rencana kegiatan selama di Jepang --> harus rinci, akan tinggal di hotel mana, karna gue akan tinggal di Apartemen Aa, jadi gue ga harus ngasih bukti booking hotel
5. Bukti booking pesawat
6. Copy Allien's Registration (KTP Aa di Jepang)

Sementara dokumen yang gue persiapkan adalah :
1. Paspor
2. Copy KTP
3. Foto 4.5cm x 4.5cm latar putih
4. Form permohonan Visa

Then bokap gue yang ngasih berkas-berkas itu ke Japan's Embassy di Thamrin, bisa diwakilin kok. Biayanya 300ribu, 4hari selesai, dan waktu ngambil juga bisa diwakilin. Alhamdulillah, semua udah bereees! Can't wait to meet U, Hubby!

Kamis, 15 Maret 2012

For My Future Children(s)

Ini repost dari notes tmen gue, bagusss bgt isinya. Gue tunjukin ke Aa, n dia juga bilang bagus bgt. Mudah2an ntar klo gue jadi orang tua bisa kyak gini. Si Aa bilang dulu mama n bapak ky gini mndidik dia, wlpun hasilnya krg maksimal, at least pngtahuan agamanya Aa jauuuh diatas gue hehehehe. InsyaAllah kelak ktika kami jdi orang tua, Islam akan jadi pondasi bagi anak-anak kami, sebagaimana Bapak-Mama dan Papa-Mama kami mndidik kami sedari kecil.
 
Check this out. Ini gue copy paste dari notes temen gue di Koran Kampus dulu, Muhammad Iqbal, Pimpinan Redaksi, Pimpinan Umum Koran Kampus IPB periode 2006-2007. Sekarang jadi wartawan beneran "Tulisan lo makin keren, Bal!"
 
Menjadi Asing
By Muhammad Iqbal
Pantai Krueng Mane, 2028, dalam dimensi Iqbal
Nak, ayah sengaja bawa kamu ke sini karena mau ngomong serius sama kamu. Sekarang kamu sudah baligh. Kamu relatif sudah bisa membedakan yang benar dan yang enggak. Tapi kamu masih terlalu muda buat kenal dunia secara luas, seluas laut dan langit di depan kamu itu.
Nak, apa kamu pernah menerka kenapa ayah sangat membatasi kamu nonton TV, kenapa ayah sering potong kabel TV yang baru dibeli ibumu? Apa kamu tahu kenapa ayah sering ajak kamu menjauhi keramaian, kenapa ayah sering banting pemutar musik kamu? Kamu tahu, nak? Itu karena ayah sayang kamu dan gak mau kamu jadi orang-orang bentukan media mainstream yang gak islami.
Pada umumnya mereka itu bikin kamu tahu dalam ketidaktahuan. Kamu jadi tahu cara bikin orang ketawa, cara supaya dunia melihat kamu, cara berbahasa yang up to date, dan cara tetap ikut tren. Kamu jadi tahu si artis anu lagi bunting 7 bulan. Kamu dijejali dengan informasi-informasi gak penting, se-gak penting artis anu baru ngerayain ulang tahunnya di Food Court Pondok Indah Mal.
Tapi nak, kamu gak diajarin kamu harus gimana kalau kamu mimpi basah, apa yang harus kamu lakukan kalau mau nikah tapi belum siap. Kamu gak diajarin bahwa onani itu masuk dalam tujuh dosa besar. Kamu gak diajarin cara milih calon pasangan hidup yang benar, apa kriterianya.
Kamu jadi tahu batasan HAM tapi tidak hukum islam. Kamu jadi tahu cara ngitung PPn, tapi ngitung zakat kebun kamu sendiri aja bingung. Kamu jadi tahu di Bangladesh itu orang kebanjiran terus, tapi kamu malah gak tahu komplek sebelah kita juga kebanjiran. Siaran setengah jam pagi-pagi itu jelas kurang nak. Bahkan kamu sama sekali gak dibikin ngerti cara baca Quran. Bedain “fa” sama “qof” aja gak bisa, gimana mau paham, anakku?
Kamu nanti malah jadi bingung, di TV diajarin menikah sama anak di bawah umur itu bejat gak ketulungan, apa kamu mau bilang Nabi Muhammad yang menikahi Aisyah umur 6 tahun itu bejat? Di TV diajarin makan jilat tangan itu gak sopan, tapi di hadits kamu temui sunahnya itu malah jilat tangan. Di TV diajarin kalau ketemu orang itu salaman, padahal di hadits yang kamu pelajari, lebih baik kamu ditusuk besi panas daripada bersentuhan dengan bukan mahrom. Di TV disiarkan bahwa lesbi dan homo itu manusiawi dan sudah lazim, tapi di hadits, mereka itu layak dihukum mati.
Ayah paling takut kamu mengarah ke logika-logika praktis begitu. Ayah takut kamu menomorduakan Quran Hadits karena gak logis menurut kamu. Camkan ini nak, agama itu bukan dibangun dari logika, dan agama itu jauh dari kelogisan-kelogisan yang ada di novel Sophi’s World, walaupun dia jadi best seller internasional selama beberapa tahun. Nak, Al-Quran itu sudah jadi super best seller se-semesta selama belasan abad.
Kalau agama ini menuruti kelogisanmu, gak akan ada cerita 313 pasukan islam dengan perbekalan dan senjata yang jauh dari memadai bisa menang melawan 1.000 pasukan kafir dengan perbekalan dan senjata yang berlebihan waktu perang Badr. Gak akan ada cerita pasukan islam masih bertahan di perang Khandaq setelah dikepung dari segala penjuru. Gimana mungkin ada bantuan angin dalam perang di abad ketujuh? Nonsense! Itu semua gak akan masuk ke logikamu, nak.
Kamu akan wudhu dengan membasuh duburmu kalau kamu mau ikut logika, tapi bukan begitu yang diajarkan, nak. Kita gak tahu apa-apa. Keimanan itu bukan kelogikaan. Iman itu artinya percaya. Percaya bahwa aturan itu tepat walau gak masuk logika kamu.
Itu kenapa kamu harus mendalami Quran Hadits dengan mantap. Kamu tahu kan, bahwa ilmu yang wajib dicari itu ada tiga: ayat yang menghukumi, sunah yang ditegakkan, dan ilmu hukum waris. Intinya kamu wajib belajar Quran Hadits. Ilmu yang di luar itu statusnya cuma ilmu tambahan. Ayah sama sekali bukan melarang kamu sekolah sampai title kamu 10 biji, kalau ada. Sekolahlah tinggi-tinggi, cari ilmu sebanyak-banyaknya, itu positif.
Ayah cuma takut, kamu bisa menghitung bulan itu tepat ada di atas kepala kamu pada tanggal berapa jam berapa, tapi kamu kebingungan ngitung waris waktu ayahmu ini meninggal. Ayah takut kamu bisa fasih luar biasa berbahasa Inggris, tapi salam aja ngomongnya “semlekum”. Ayah gak mau kamu hapal irregular verb dan certain adjective, tapi gak hapal siapa saja mahrom kamu.
Ayah gak mau kamu bisa bedain processor bagus dan enggak, bisa bedain awan cumulus dan nimbus, bisa bedain membran sel dan membran mitokondria, tapi kamu gak bisa bedain halal-haram dan suci-najis. Dan hal-hal semacam itu. Ayah takut kamu kuasai dunia tapi gak ngerti hukum islam, nak.
Ayah gak kebayang, pascatiada nanti kamu jawab apa waktu ditanya, “Kenapa dulu kamu lebaran duluan dibanding tetanggamu?” Apa kamu bakal jawab, “Abis di tanggalan lebarannya tanggal segitu, saya kan gak tahu aturan sebenarnya gimana.” Terus ditanya lagi, “Lantas, kenapa kamu tidak cari tahu ilmunya?” Apa kamu berani jawab begini, “Saya kan mau sekolah sampai S3, mau punya rumah besar, mau jadi anggota dewan, target saya banyak, jadi belum sempat mendalami islam.” Berani?
Al ‘ilmu qobla ‘amal, nak. Beramal setelah kamu punya ilmunya, jangan sembarangan ikut-ikutan. Orang tahlilan kamu ikut tahlilan. Orang pacaran kamu ikut pacaran. Aduuuh, nak. Jangan. Jangan jadi orang yang “qila wa qola”, masih gak jelas dasarnya, eh malah disampaikan. Jangan katanya katanya. Kamu harus tahu betul apa dalilnya, hukumnya gimana, baru bisa melakukan atau menanggapi sesuatu. Kamu tahu kan, qila wa qola itu termasuk satu dari tiga hal yang dibenci Allah? Coba buka lagi kitab Muslim kamu.
Dalamilah ilmu agama, nak. Malaikat akan membentangkan sayap-sayapnya karena senang padamu yang sedang mencari ilmu. Sampai ikan-ikan di lautan, semua mendoakanmu, nak. Kalau kamu jadi pengajar dan pengamal Al-Quran, ayah bakal dapat mahkota emas yang terangnya lebih dari matahari. Itu jauh lebih membanggakan dari ayah dipanggil mau diberi penghargaan karena kamu meraih nobel. Ayah dapat mahkota, kamu tentu dapat lebih dari itu, nak.
Setelah ilmumu kuat, aplikasikan, sebarkan, dan perjuangkanlah semaksimal yang kamu bisa, nak. Jangan takut cacian orang. Jangan menyerah walau sedunia ini memusuhi kamu. Gigit agamamu dengan gigi geraham. Lebih baik kamu hidup dengan ngangon kambing di Gunung Leuser sana ditemani 200 harimau sumatera daripada kamu hidup makan enak dan mudah tapi gak bisa aplikasikan agamamu.
Nak, dari dulu orang hebat itu selalu dianggap asing di zamannya. Itu bukan berarti kamu harus menjadi asing, nak, bukan. Tapi, risiko kamu “diasingkan” masyarakat itu besar kalau kamu bawa nilai-nilai baru, atau nilai-nilai lama yang dianggap baru.
Anak muda seperti kamu punya tenaga dan semangat yang jauh lebih besar daripada orang tua kayak ayah begini. Ibnu Umar, pada usia 13 tahun ingin ikut dalam Perang Badr, tapi dilarang, nak, karena masih terlalu muda. Ia akhirnya ikut dalam perang Khandaq pada umur 15 tahun. Sejak belia, beliau senang mencari ilmu, nak. Beliau menjadi periwayat hadits kedua terbanyak setelah Abu Hurairoh.
Kamu tentu sering dengar Ali bin Abi Thalib, anakku. Beliau sudah menjadi bintang lapangan pada Perang Badr, saat usianya masih sekitar 25 tahun. Beliau menjadi pimpinan pasukan Perang Khaibar, beberapa tahun kemudian, yang akhirnya menang gemilang. Beliau yang membunuh Marhab, panglima besar Yahudi. Semua dalam usia belia, anakku.
Imam Bukhori yang menyusun hadits tershahih sampai sekarang, beliau mulai berkelana pada umur 16 tahun. Jiwa muda yang tetap teguh belasan tahun menghimpun hadits-hadits shahih. Kamu tahu apa yang terjadi pada Imam Bukhori, anakku? Beliau diusir dari kampung dan menjadi musuh banyak orang pada zaman itu. Tapi itu tidak membuatnya gentar.
Selanjutnya giliran kamu yang meneruskan perjuangan. Selamat berjuang nak, luruskan niat, ayah doakan.
 
WebRepPredikat secara keseluruhan 
 



Minggu, 04 Maret 2012

No Title

Whats Up every one?! Sbulan ga apdet blog, tau-tau udh maret aja..time goes faster yeah..Ga brasa udah 5 bulan si Aa di Jepun. Ini part paling penuh arti bagi hub kami. Berjauhan setelah merit, dan itu ga sebentar. Honestly some times I feel  tired n so weak, I just wanna handsup. I think life is not fair, too hard for me, but so simple for others. Beneran, kadang gue desperado bgt, ada di titik terlemah, ga ada semangat buat ngapa2in, malay ketemu orang, malay basa-basi sama orang2 yg ga trlalu deket, yg g ngerti klo gue lagi feeling blue. Yup its sounds horrible, apalagi buat mereka yg taunya gue tuh sanguinis ceria. You never know what the bottom of people's heart inside.

Jauhan gini, bikin gue jadi sensitif, rasanya omongan orang tuh semuanya brmaksud utk manas2in gue, bikin keki. Gue ga mau juga negatif thinking terus ma orang, tp susaah bgt. Klo ada yg bilang "Sabar y" itu gue artikan "kasian deh lo".
Gue jadi sering nangis, kangen berlebihan, khawatir brlebihan, some times i feel nobodys understand for me.

Kmaren gue juga dapet kabar dari Aa, istri temennya ada yg udah nyampe Jepun, n dia bakal stay slama 1 bulan, sedangkan 1 orang lg istrinya bakal nyusul bln Mei, dan bakal netap sampe mereka pulang kira2 bln Des. Nah denger kayak gini aja bisa bikin gue nangis bombay. Enak bgt siiiiiiih. Gue ga bisa lama2 di Jepun. Paling lama juga sminggu. Gue  kan kerja, mreka pada ga kerja.

Now, i just try to live my life, struggle for life, waiting my hubby until we can together like before. Cukuplah Engkau jadi penolongku, y Allah

Rabu, 08 Februari 2012

All About Test Food (for your wedding)

Hai-hai Gue mau ngomongongin catering and WO lagi nih.
Banyak temen2 yang nanya-nanya catering lagi ke gw, so as usual krn gw males jawabin berulang-ulang, so gw tulis blog yaa. Teman2 ku silahkan kalian baca disini. Have fun!

Waktu si aa ngajakin gue kawin di pertengahan tahun 2010, yang pertama gw lakukan adalah searching WO, krn gue tau proses ini pasti akan sangat rempong, sedangkan keluarga gw n aa sama-sana jauh di luar kota, its means gw akan susah dapet bala bantuan.

Alhamdulillah-nya, 2 orang Jeng Rumpi (sahabat2 gw) udah lbh dulu merencanakan pernikahan. Dari mereka lah gw tau, klo skarang banyak catering yang berfungsi sbagai WO skaligus.

Nah berbekal pengetahuan tsb, akhirnya gue mulai berburu vendor catering, dan mulai mengenal istilah tes food. Buat pemula, yang belum tau tes food itu apa, jadi tes food adalah kegiatan dateng ke kondangan orang, yang menggunakan jasa WO kita, trus kita icip2 makanan, skalian liat dekor n performnya. Menyenangkan bukan? ƪ(ー`,´ー")

Gue dan aa adalah duo perfeksionis yang ga mau keluar duit banyak. Jadi gue berkali-kali test food untuk nyari catering yang bagus tp ga trlalu mahal, karena biaya kawinan gue kepake buat biayain renovasi rumah kami yang trnyata membengkak, sebengkak-bengkaknya. Gue juga tipe orang yang ga mudah percaya ma orang, mending gue dateng langsung dan ngeliat, karna selera orang kan beda2. Makanya salut deh sama orang yang bisa milih cuma karna baca or rekomen orang--tanpa melihat langsung, or bersyukurlah orang-orang yang kawinannya udah disiapin sama keluarga. 

Gue dan anak-anak Jeng Roempi pun bahkan beda2 semua WO nya. Tapi percaya deh semua proses melelahkan ini bakal jadi kenangan manis bgt. Gue dan aa pontang panting tes food kesana kemari, nyobain makanan lebih dari 5 vendor, dan akhirnya sih kita memilih Nikirani. Sekarang kalo inget itu semua, gue dan aa malah kangen. Lucu kalo inget lagi.

Dulu setelah test food, gue mengelompokan catering berdasarkan Range harganya.

Kelompok Pertama
Chikal-Purnama-Zulfa Halim
Ini adalah catering2 yang harganya murmer banget tp perform nya lumayan. Tapi ya namanya harga emang menentukan kualitas, ada harga, ada rupa.

1. Chikal
si kuncup temen JR gue  pake Chikal, temen kantor gue juga ada yang pake ini. Jadi gue 2x liat performnya (di Bulog and di Islamic Centre Bekasi).
Menurut gue performnya lumayan bgus, mkanannya enak2, harganya miring. Cuman gue kurang sreg sama rekanan salonnya. Untuk adat Palembang mereka cuma ada 1 salon. Nah karena si Kuncup juga pake adat Palembang, berarti pelaminan n baju gue bakalan sama doonk. Huhu gue ga mau, lagian kuncup  merit duluan, ntar orang2 menyangka gue ngikutin hikss. Dekornya juga lumayan banget dengan harga segitu.

2. Purnama
Ini adalah rekomen tmen kantor gue dan pas gue dp gedung, si mbak nya juga ngrekomenin Purnama. Karna penasaran, gue dan aa tf (test food) ke daerah Shangrila. Yang msih gue inget sampe skarang, gue dan aa berantem, gara2 gue salah jamm. Jadi gue dengernya itu acara 11, so datenglah kita dari jm10. eh gtaunya acara dimulai jm1. Karna dimarahin aa, akhirnya gue ngambek dan berinisiatif utk pulang ke bogor naek kereta ajaa. So kaburlah gue, eh bgtu nyampe stasiun Sudirman, gue baru tau kalo kereta ga ada kalo hari sabtu (dulu wktu jaman kereta pakuan). akhirnya gue balik lagi ke si aa. Dan sukses diketawain. Sungguh memalukan. Purnama ini lumayan enak, tapi masih enakan chikal. Harga lebih murah dari Chikal, tapi dekornya agak sepi dan kurang rapih.

3. Zulfa Halim
Gue ga niat tf disini, ceritanya tmen gue ada yang merit, eh trnyata dia pake ini. Kurang rapih si, makanan juga masih enakan purnama. Tapi ini yang harganya paling murmer dibanding Chikal dan Purnama.

Kelompok kedua
Sawargi - Maharani - Nola - Nikirani
1. Sawargi
Ini catering yang dipake chimenk (tmen JR gue). dekornya bagus, makanan enak, tp karna marketingnya buka harga tinggi bgtt, gue jadi jiper. Tapi kata chimenk, dia berhasil nawar banyak bgtt.  lebih dari 5juta. Gue bilang sih recomended.

2. Maharani
Ini pas ga sengaja juga, gue dtg kondangan anak temen nyokap, eh kbetulan bgtt dia pake maharani. Sebelumnya Yang rekomenin ini adalah mbak2 di graha lukisan. Makanannya enak2, dekor bagus. Harga reasonable. Penyenyong nya baguss bgt.

3. Nola
Nah ini yang dekornya paling mantab. Highly recomnded untuk urusan dekor, unik2 gitu, mereka bisa nyulap sbuah gedung jadi suasana pantai, lengkap dgn pasir2 nya. ada juga yang nuansa suasana desa. Keren deh. Tapiii harganya juga lumayan yah

4. Nikirani
Setelah muter ksana-sini akhirnya gue pilih nikirani. Awalnya gue dikasih brosur nikirani ma mbak yang digraha lukisan, pas gue ternyata harganya lumayan okee. Trus gue minta jdwal perform dia, pas pertama kali tf, gue langsung suka sama dekornya, makanan nya yang enak2, ownernya yang bersahabat, rekanan salonnya banyak (dan trnyata mereka rekanan sama Roemah manten veni rahman, salon inceran gue). Sebelum memutuskan pake nikirani, gue ngajak nyokap gue untuk tf yang kedua kali. Dan gue juga memantau konsistensi perform mereka. Karna kadang ada catering yang bagusnya tuh angot-angotan. Total Tf gue ke nikirani 5 X, 3x sebelum Dp, dan 2x setelah Dp.

Test food itu penting, karna dari situ kmu bisa ngliat konsistensi performa si catering. Usahakan minimal 2X TF sebelum kamu Dp. Karna biasanya Dp bakal angus kalo ga jadi. Sering2lah dateng ke kondangan temen, karna gue sering TF secara tak sengaja, niatnya mau kondangan, eh trnyata temen gue itu pake catering yang emang lagi gue incer.

Berikut catering2 yang juga gue rekomenin :
1. Puspa ; catering nya titik puspa. gue kondangan ke temen gue, dia anaknya walikota bogor, nah pas nyobain makanannya gilaaa enak bgttt!

2. Alfabet
Mantebb, ini gue liat waktu di puri ardhya garini, halim. Tapi dia cuma catering doang, ga ada yang panket lengkap.

3. Royal catering
Beuh kalo ini sih high class bgtt, spupu gue pake catering ini karna dia meritnya diSampoerna Strategic, yang sewa gedungnya 100juta bo! kbayang donk harga cateringnya

4. Puspita Sawargi
Dekornya bagus, makanan juga enak2, harga agak ga negotiable.

Proses persiapan kawinan gue kira-kira setahun. Tapi yang bener-bener intensif H-8bulan. Enaknya ngurus kawinan dari jah-jauh hari tuh kita bisa lebih santai, bisa milih-milih vendor dengan cermat. Bisa mikirin printilan-printilan dengan baik, kayak tema, detail acara, dsb. So lets arrange your wedding concept from now!

Minggu, 05 Februari 2012

Tips Membuat Paspor

Yuhuuu paspor gue udah jadi. Berarti skarang tinggal fokus mengurus visa. Gue bikin paspor sendiri, ga pake calo, tapi dibantuin bokap gue sih. Gue akan share langkah-langkah membuat paspor melalui jalur yang benar, tanpa calo, dan jadi muraaah banget, ga pake lama pula.

Pertama
Ambil formulir pengisian paspor di kannwil imigrasi yang udah kamu pilih (bisa dimana aja, ga harus sesuai ktp). Pengambilan formulir ini bisa diwakilkan (gue diambilin bokap). Pada saat ini, lo harus ngasih fotokopi KTP, fotokopi buku nikah (buat yang udah nikah), copy KK, copy akte kelahiran/ijazah SMA, surat pengantar dari kantor yang menyatakan kalo lo pegawai perusahaan tsb. Formulir ini dijual seharga IDR 25ribu (untuk Kanwil Bogor, gue ga tau apakah disemua kanwil harganya sama).

Kedua
Isi formulir dengan lengkap, kalo kamu pada saat proses pertama, ngambil formulir sendiri, maka bisa langsung diisi, dan dikembalikan di hari yang sama. Karna gue diambilin, dan ngisi form di rumah, maka gue ngembaliin form in keesokan harinya. Yang ngembaliin bokap gue. Saat mengembalikan form, kita akan dikasih jadwal foto dan wawancara, biasanya sih 3-4hari kemudian.

Ketiga
Pembayaran, Foto, dan wawancara
Gue dateng jam 7 pagi ke kantor imigrasi, maksudnya biar dapet antrian pertama, karna kalo dateng siang, kita bakal ngantri parahhh, belom lagi kalo harus nungguin pegawainya istirahat. Trik gue terbukti berhasil, pas gue dateng, tu kator belom buka haha masih di-pel bo. Gue dapet antrian No.1 Yippie!

Jam 8 kantor baru dibuka, gue langsung maju ke loket pembayaran begitu dipanggil. And you know whattt, gue bayar berapa?? cuma 255,000 Rupiah aja! Gile padahal, kalo pake calo biasanya 500-700ribu. Parah banget kan?! 
Setelah bayar, gue foto dan wawancara. Proses ini kira-kira satu jam deh (karena harus nunggu dipanggil lagi). Pertanyaan pada saat wawancara juga standar banget. Apalagi yang wawancara ternyata rumahnya deket rumah gue. Doi malah sibuk nanyain kabar si Pak inilah, Pak itulah haha.


Gue cabut jam 9 lewat, pas udah di jalan, ga taunya ada telp ke hape, yang ternyata itu petugas yang tadi wawancara gue. Dia bilang paspor gue belom ditandatangan. Hadoooh kok bisa sih? Padahal gue kan harus buru-buru berangkat ke kantor. Kenapa ga di-cek dari tadi. Akhirnya gue balik lagi. Ternyata, bukan gue doang loh yang ngalamin gini. Temen gue di kantor ada juga yang ternyata kurang tanda tangan, akhirnya paspornya jadi lama selesainya. Untung si Bapak ini baik mau nelponin gue.

Satu minggu kemudian paspor jadi. Total biaya adalah Rp 25ribu (Biaya form) + Rp. 255ribu (Biaya pembuatan) = Rp. 280, 000
Waktu yang dibutuhkan : kurang lebih satu minggu


Murah banget kan?  Dan ga lama. Makanya jangan pake calo..ga ribet kok, asal niat bangun pagi dan mau bolak-balik.
Selamat membuat Paspor ^_^

Kamis, 02 Februari 2012

Susah Move On

Siapa yang susah move on, tunjuk tangaaaan???

Hoho gue termasuk orang yang susah move on. Makanya cuma punya satu pacar selama 7 tahun, terus langsung kawin haha. Setelah gue pikir-pikir kayaknya hampir disemua bidang gue kayak gini. Gue ga mau ganti HP dan beralih ke BB, dengan alasan HP gue tuh udah enak bgt, kameranya bagus, kapasitasnya gede, bisa denger lagu, internetan lancar, dan lagi, banyaaak bgt kenangannya. Disitu ada sms pertama si aa yang masih bcanda ngajakin gue kawin, ada sms berantem, ada sms vendor2 gue waktu ngurusin kawinan, rasanya berat bgt mau ganti hp. Hahaha. Sampe-sampe si aa bilang, ntar gue jadi dinosaurus kalo ga mau ganti hp juga..
Akhirnya gue ganti bebe juga sih hehe

Pasti kamu prnah ngerasa kayak gini? Males beralih ke yang lain, terlalu nyaman dengan kondisi yang ada sekarang, berasa beraaat banget buat ninggalin kenangan. Is'nt You??? Hmmhhh.

Sabtu, 21 Januari 2012

Cooking Time: Antara Aku dan Happy Call

Happy Sunday Everybody! 
Senangnya ya besok libur imlek. Kalo kayak gini, hubungan antara gue dan hari Senin kan bisa lebih harmonis :)
Liburan kali ini gue ga kmana-mana. Abis belum gajian sih, dan hari-hari menjelang imlek tuh super bgt ujan mulu. Jadi males keluar rumah. So setelah Sabtu kemaren gue tidur dan ngenet seharian, di hari Minggu ini gue mau produktif dikit, yaitu dengan memasak. Yuhuuu its my cooking time.

Karena nyokap gue adalah maestro masak di bidang masakan-masakan tradisional, kayak rendang, semur, opor, ikan bakar, dll, maka gue mau masak yang rada beda sama yang biasa ma nyokap bikin, mau buat yang rada internasional dikit haha. Gue berencana masak cumi bakar saus tiram (internasional ga nih?). Kebetulan udah punya resepnya. Cumi nya beli di pasar tadi pagi, jadi masih seger dan gede-gede banget. Mantep nih pikir gue. Gue cuci dan bersihin pedang dan tintanya. Trus gue rendem pake peresan jeruk nipis dan garem selama 30menit biar ga amis. Setelah itu gue ungkep pake bumbu-bumbu yang udah dihaluskan dan ditumis. Nah ya sodara-sodara, satu hal yang paling bikin gue males masak tuh adalah ngalusin bumbu aka ngulek. Ulekan di rumah gue terbuat dari batu yang gede banget (emak gue pesen langsung dari Lampung, kampungnya) so itu berat bangeeeet men. Emang sih (kata nyokap gue) rasa bumbu yang diulek disitu beda sama kalo diulek di ulekan kecil atau diblender. Jadi ngulek bumbu tu jadi perjuangan berat banget hiks.

Setelah diungkep selama kira-kira 1jam, cumi-cumi ini siap masuk Happy Call Double Pan. BTW gue salut banget deh ma si Happy Call ini, jadi semenjak gue merit, gue selalu masak pake happy call, dan emang sesuai iklannya, masak jadi lebih mudah. Contohnya, waktu itu gue masak daging gule, biasanya rebus daging itukan lama banget ya. Ngabisin gas. Nah pake happy call cuma butuh 30menit aja loh! Trus bikin macaroni panggang juga jadi gampang banget. Biasanya mesti ngeluarin open listrik segala, sekarang tinggal cemplungin ke happy call, trus di bolak-balik, palingan 20 menit, jadi deh ^_^ Semua jadi lebih cepet, lebih ringkes, tinggal dibolak-balik eh jadi. Haha gue terdengar kayak Happy Salma.

Berfungsi sebagai pemanggang, si happy call ini sangat memudahkan hidup gue. Cumi-cumi tinggal di susun , oles mentega dikit, trus setiap lima menit gue bolak-balik. Dan inilah hasilnyaaaa.

Cumi Bakar ala Chef Chotty
Tips buat yang mau masak cumi :
1. Cumi adalah golongan hewan yang menipu kita melalui bentuknya. Jadi waktu gue beli tadi pagi, ni cumi segede-gambreng. Mantep banget. Nah ternyata setelah dimasak doi ciut men. Jadi kecil banget huhu. So kalo di resep bilangnya 500gram cumi untuk porsi 5 orang, setelah dimasak itu mungkin cumi tinggal 200 gram dan cuma buat 2 porsi.
2. Cumi itu amis. Rendem dulu pake perasan jeruk, biar agak ilang baunya. Dan lendir-lendirnya itu baru bisa keluar, kalo si cumi ini diiris tengahnya (tapi jangan sampai putus). Ini juga bikin bumbu lebih meresap.
3. Kalo mau bikin cumi bakar, dan lo ga punya pemanggang, pake happy call aja, its work! Hasilnya bakalan kayak dibakar kok.

Selamat Mencoba! Gong Xi Fa Choi!